IPSI BABEL MEMANAS USAI MUSPROV IV HINGGA PELAPORAN KE POLISI, BEGINI KATA KETUA TERPILIH

Proses pemungutan suara Musprov IV IPSI Babel. IST

SUNGAILIAT, SATAMEXPOSE.COM – Kemelut di tubuh Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Babel muncul usai Musprov IV Tahun 2020 yang diselenggarakan 12 Desember lalu di Swiss-Belhotel.


Musprov yang menghasilkan Syarli Nopriansyah sebagai ketua periode 2020-2024 ditentang pihak lain. Bahkan Penanggungjawab Musprov IPSI Babel Huzarni Rani melaporkan hal ini ke Polresta Pangkalpinang.


Kemenangan Syarli Nopriansyah dalam Musprov dinilai cacat hukum, karena adanya satu surat dukungan dari Pengkab IPSI Bangka Selatan (Basel).


Pria yang menjabat Camat Belinyu mengaku tidak habis pikir persoalan surat dukungan baru muncul setelah Musprov selesai digelar dan dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih.


Padahal menurutnya, pimpinan sidang mempunyai jeda waktu untuk melakukan verifikasi surat dukungan yang diserahkan masing-masing bakal calon ketua.


“Dan setelah diverifikasi pimpinan sidang semua dukungan untuk saya dinyatakan sah. Dari itu saya lolos untuk menjadi calon ketua. Kok tiba-tiba usai Musprov katanya surat dukungan saya tidak sah. Kan aneh,” kata Syarli, Senin (28/12/2020).


Syarli menjelaskan, pemilihan ketua berdasarkan voting karena tidak tercapainya musyawarah mufakat. Saat itu, ia memperoleh 9 suara dan calon lain memperoleh 6 suara. Seluruh suara tersebut dianggap sah pimpinan sidang.


“Semua proses saya terpilih sesuai dengan mekanisme yang ada. Sesuai aturan dan tata tertib yang dibuat oleh panitia dan penanggung jawab Musprov. Musprov adalah forum tertinggi dan semua sudah diputuskan,” papar Syarli.


“Saat itu dihadiri dan disaksikan juga oleh Sekjen PB IPSI Bang Ical, dan kami selaku ketua terpilih sudah memberikan sambutan yang didampingi Sekjen PB IPSI. Kok tiba-tiba saya dianggap cacat hukum,” tambah Syarli bingung.


Syarli menerangkan, penanggung jawab Musprov dan peserta dapat mempersoalkan itu saat Musprov digelar. Namun hingga selesai pelaksanaan, tidak ada yang mempersoalkan surat dukungan.


“Mereka mempersoalkan itu setelah besoknya mereka ke Bangka Selatan. Pak Huzar dan Pak Edy datang langsung menemui Ketua IPSI Basel. Ada apa sampai menggebu gebu?” tanya Syarli.


Ketika ditanya terkait laporan dugaan pidana pemalsuan tanda tangan yang sudah dilaporkan ke pihak Polresta Pangkalpinang, Syarli menjelaskan tidak mengetahui ada pemalsuan tanda tangan di surat dukungan.


Bahkan setahu dirinya, surat dukungan tersebut dibawa langsung Sekretaris Pengkab Basel. Meski begitu ia tetap menghormati langkah hukum yang dilakukan Huzarni selaku penanggung jawab Musprov IV.


“Mengenai itu saya juga tidak tau perkembangannya seperti apa dan tidak pernah mempertanyakan, tiba-tiba dinyatakan ada pemalsuan dan kami kurang paham tapi sudah pasti kami menerima surat dukungan itu dari Sekretaris Bangka Selatan,” jelas Syarli.


Menurut Syarli, Sekretaris IPSI Basel juga hadir membawa mandat sebagai peserta Musprov IV. Syarli didukung dari IPSI Bangka, Bangka Barat dan Beltim dalam pencalonan tersebut.


“Kalau urusan internal Bangka Selatan silahkan tanya ke Bangka Selatan tidak ada yang merasa dirugikan, dan kami hanya menunggu silakan di proses,” tegas Syarli. (kbc/als)